

Selain fokus pada pendidikan agama dan akademik, pesantren juga memiliki berbagai kegiatan non-akademik yang mendukung pengembangan diri santri. Kegiatan tersebut meliputi olahraga, kesenian, keterampilan, dan organisasi yang semuanya dirancang untuk menumbuhkan karakter positif.
Melalui olahraga seperti sepak bola, pencak silat, dan badminton, santri dilatih untuk menjaga kesehatan sekaligus mengembangkan semangat sportivitas. Olahraga juga menjadi ajang kebersamaan yang memperkuat ukhuwah antar santri dari berbagai daerah.
Dalam bidang kesenian, pesantren sering mengadakan lomba marawis, hadrah, kaligrafi, hingga teater islami. Kegiatan ini memberikan ruang bagi santri untuk mengekspresikan kreativitas tanpa keluar dari nilai-nilai Islam. Tidak jarang, pesantren mengirimkan santrinya untuk mengikuti lomba tingkat regional hingga nasional.
Kegiatan organisasi juga menjadi bagian penting dari pembentukan karakter. Santri diajarkan untuk mengatur kegiatan, memimpin rapat, dan bekerja sama dalam tim. Ini menjadi latihan kepemimpinan yang sangat berguna bagi kehidupan di masyarakat kelak.
Dengan beragam kegiatan non-akademik tersebut, pesantren tidak hanya menghasilkan santri yang cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara mental, sosial, dan emosional.